KONFIGURASI STATIC ROUTING PADA ROUTER MIKROTIK
Halo kawan-kawan semuanya, selamat datang di blog saya! Kali ini, saya akan membahas tentang contoh konfigurasi router mikrotik menggunakan static routing. Static routing adalah metode routing yang memungkinkan pengguna untuk mengatur rute jaringan secara manual.
Dalam artikel ini, saya akan memberikan contoh konfigurasi router mikrotik dengan menggunakan static routing, sehingga Anda dapat memahami bagaimana cara mengonfigurasinya. Mari kita pelajari bersama-sama!
Apa Itu routing Static?
Router static adalah jenis router yang menggunakan tabel rute statis atau static routing table untuk mengarahkan paket data dalam sebuah jaringan. Dalam static routing, pengaturan rute jaringan dilakukan secara manual oleh administrator jaringan dengan memasukkan informasi rute jaringan ke dalam tabel rute statis pada router.
Dalam penggunaan router static, pengaturan jaringan lebih sederhana dan mudah dipahami karena pengaturan rute jaringan dilakukan secara manual dan tetap, tidak seperti router dinamis yang mengatur rute jaringan secara otomatis dan berubah-ubah. Oleh karena itu, router static cocok untuk digunakan pada jaringan yang relatif kecil dan tidak terlalu kompleks, di mana perubahan topologi jaringan sangat jarang terjadi.
Alat yang digunakan
Untuk membuat topologi routing kita memerlukan alat yang akan digunakan, sebagai berikut:
- 3 buah router mikrotik
- 3 buah laptop
- 5 buah kabel utp
Gambar Topologi
Berikut adalah gambar topologi routing yang akan kita konfigurasikan menggunakan routing static mikrotik pada artikel ini.
Langkah Kerja
Langkah kerja yang dilakukan dalam konfigurasi static routing pada router mikrtotik adalah sebagai berikut;
- MENYIAPKAN ALAT DAN MERANGKAI TOPOLOGI
- KONFIGURASI IP ADDRESS KOMPUTER PC
- KONFIGURASI IP ADDRESS INTERFACE ROUTER
- MENAMBAHKAN IP ADDRESS INTERFACE MIKROTIK
- ip address add address=200.100.50.1/24 interface=ether2
- ip address add address=50.50.50.1/27 interface=ether3
- ip address add address=192.168.10.1/25 interface=ether2
- ip address add address=50.50.50.2/27 interface=ether3
- ip address add address=60.60.60.1/27 interface=ether4
- ip address add address=172.30.10.1/26 interface=ether2
- ip address add address=60.60.60.2/27 interface=ether4
- KONFIGURASI STATIC ROUTING MIKROTIK
- ip route add dst-address=192.168.10.0/25 gateway=50.50.50.2
- ip route add dst-address=172.30.10.0/26 gateway=50.50.50.2
- ip route add dst-address=60.60.60.0/27 gateway=50.50.50.2
- ip route add dst-address=200.100.50.0/24 gateway=50.50.50.1
- ip route add dst-address=172.30.10.0/26 gateway=60.60.60.2
- ip route add dst-address=200.100.50.0/24 gateway=60.60.60.1
- ip route add dst-address=192.168.10.0/25 gateway=60.60.60.1
- ip route add dst-address=50.50.50.0/27 gateway=60.60.60.1
- MENGECEK HASIL KONFIGURASI
- SELESAI
Siapkan alat yang akan digunakan, Pastikan semuanya berfungsi dengan baik. Selanjutnya rangkai dan buatlah topologi sesuai dengan gambar topologi diatas.
Masukkan alamat IP, subnet mask, dan default gateway pada masing-masing PC sesuai dengan tabel berikut ini ;
Komputer | IP Address | Subnetmask | Gateway |
---|---|---|---|
PC 1 (Kantor Kota A) | 200.100.50.15 | 255.255.255.0 | 200.100.50.1 |
PC 2 (Kantor Kota B) | 192.168.10.15 | 255.255.255.128 | 192.168.10.1 |
PC 3 (Kantor Kota C) | 172.30.10.15 | 255.255.255.192 | 172.30.10.1 |
Berikutnya pada router lakukan konfigurasi alamat Ip dan subnet mask untuk masing-masing interface yang terhubung ke network sesuai dengan tabel berikut ini ;
Router | Interface | IP Address | Subnetmask |
---|---|---|---|
R1 | ether2 | 200.100.50.1 | 255.255.255.0 |
ether3 | 50.50.50.1 | 255.255.255.224 | |
R2 | ether2 | 192.168.10.1 | 255.255.255.128 |
ether3 | 50.50.50.2 | 255.255.255.224 | |
ether4 | 60.60.60.1 | 255.255.255.224 | |
R3 | ether2 | 172.30.10.1 | 255.255.255.192 |
ether3 | 60.60.60.2 | 255.255.255.224 |
Untuk menambahkan alamat IP pada setiap interface router MikroTik. Ketikkan perintah pada new terminal di winbox, sebagai berikut ;
Router R1 (router kota A)
Router R2 (router kota B)
Router R1 (router kota C)
Setelah menambahkan ip address pada interface di mikrotik, langkah selanjutnya adalah mengkonfigurasi static routing pada tiap router MikroTik dengan perintah berikut ;
Router R1 (router kota A)
Router R2 (router kota B)
Router R1 (router kota C)
Sampai disini, konfigurasi selesai. Langkah terakhir mengecek hasil konfigurasi dengan ping dari PC1 ke PC yang lainya dengan Command Prompt. Jika hasilnya reply from……TTL….maka konfigurasi sudah benar.
Sekian artikel konfigurasi static routing pada router mikrotik ini, mohon maaf apabila terdapat kesalahan dalam kata dan kalimat.
Matur Thank You